Halmahera Selatan // OriNettv.com // — Pembukaan Rapat Pimpinan Paripurna Daerah (Rapimpurda) DPD II KNPI Halmahera Selatan yang berlangsung di Aula Palam Hotel kembali memantik kritik tajam dari sejumlah organisasi kepemudaan (OKP) Cipayung.
Kritik ini muncul usai pimpinan sidang melakukan skorsing. Sejumlah perwakilan OKP Cipayung kemudian berembuk dan menyatakan sikap bahwa kepemimpinan KNPI Halsel harus diambil alih oleh generasi yang memiliki rekam jejak organisasi jelas serta mengedepankan kepentingan pemuda, bukan kepentingan pribadi atau kelompok.
Sekretaris Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Halsel, Sefnat Tagaku, mewakili beberapa OKP seperti GMKI, GMNI, GP Ansor, PMII, dan SMMI, menegaskan bahwa sejarah KNPI perlu dikembalikan ke jalurnya.
,“Memang benar secara sejarah KNPI dibentuk oleh pihak ‘plat merah’, tapi pengalaman membuktikan, ketika KNPI dipimpin oleh orang-orang dengan latar belakang tersebut, organisasi justru mati suri karena hanya mengurus kepentingan pribadi,” ujar Sefnat.
Sefnat menilai, KNPI Halsel ke depan harus dipimpin oleh figur dari gerakan yang memiliki pengalaman panjang di dunia organisasi dan mampu menggerakkan pemuda dari tingkat desa hingga kabupaten. Ia juga menyampaikan keraguan terhadap calon-calon yang dinilai bertopeng ‘plat merah’ dan hanya membawa misi kelompok tertentu.
,“Mau dibawa ke mana arah KNPI ke depan kalau seperti ini?” tegasnya.
Menurut Sefnat, pelaksanaan Musda DPD II KNPI kali ini terkesan tidak memberi ruang bagi generasi OKP Cipayung yang memiliki gagasan besar dan rekam jejak kepemimpinan yang bersih. Ia menduga ada dorongan dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab demi kepentingan sempit.
,“Kalau ini hanya strategi untuk melanggengkan kepentingan kelompok, maka saya dan beberapa OKP menyatakan siap mengembalikan marwah KNPI Halsel yang selama ini vakum. Tongkat estafet KNPI harus dipegang oleh mereka yang punya komitmen, integritas, dan pengalaman nyata di OKP Cipayung Plus,” pungkas Sefnat.
(Tim Red)
