OriNettv.com – SD Inpres (Sekolah Dasar Instruksi Presiden) merupakan salah satu tonggak paling monumental dalam sejarah pendidikan Indonesia. Program ini lahir pada era Presiden Soeharto sebagai jawaban atas ketimpangan akses pendidikan dasar, terutama di wilayah pedesaan, terpencil, dan miskin. Melalui kebijakan strategis yang dimulai sejak 1973 lewat Instruksi Presiden No. 10 Tahun 1973, negara hadir langsung membangun fondasi masa depan bangsa: sekolah dan pendidikan dasar.
Tujuan utama SD Inpres sangat jelas dan visioner. Pemerintah ingin memastikan setiap anak Indonesia, tanpa memandang latar belakang ekonomi dan geografis, memiliki kesempatan mengenyam pendidikan dasar. Program ini sekaligus menjadi senjata ampuh untuk memberantas buta huruf dan menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas demi pembangunan nasional jangka panjang.
Hasilnya luar biasa. Hingga tahun 1994, hampir 150 ribu unit SD Inpres berdiri di seluruh pelosok Nusantara, didukung penempatan sekitar satu juta guru. Angka Partisipasi Murni (APM) pendidikan dasar melonjak drastis hingga mencapai 99,6 persen pada awal 1990-an. Tingkat buta huruf pun turun signifikan, menandai keberhasilan nyata pemerataan pendidikan.
Keberhasilan besar ini tidak hanya dirasakan di dalam negeri, tetapi juga diakui dunia internasional. Pada tahun 1993, Presiden Soeharto dianugerahi UNESCO Avicenna Award, sebuah penghargaan prestisius atas jasanya dalam memajukan pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia melalui program SD Inpres.
SD Inpres bukan sekadar bangunan sekolah. Ia adalah simbol hadirnya negara, bukti keseriusan pemerintah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, dan warisan kebijakan yang dampaknya masih dirasakan oleh jutaan rakyat Indonesia hingga hari ini.
Penulis : Hj Agia Sofia
Editor : Redaksi
