Teheran, Orinettv.com – Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, melontarkan pernyataan tegas terkait kesiapan militernya menghadapi kemungkinan konflik jangka panjang.
Dalam pernyataan yang disampaikan baru-baru ini, Pezeshkian menegaskan bahwa Iran memiliki persenjataan yang cukup untuk meluncurkan sekitar 150 hingga 200 rudal setiap hari, bahkan mampu mempertahankan intensitas tersebut selama empat hingga lima tahun apabila perang benar-benar terjadi.
Pernyataan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa Teheran siap menghadapi eskalasi konflik yang berkepanjangan, terutama di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Menurut Pezeshkian, dampak dari konflik besar tidak hanya akan dirasakan oleh Amerika Serikat, tetapi juga oleh berbagai negara di kawasan. Ia menilai perang jangka panjang berpotensi mengubah kondisi geopolitik Timur Tengah secara drastis, baik dari sisi keamanan maupun stabilitas regional.
Selain itu, pemerintah Iran juga menyampaikan sikap keras terhadap keberadaan pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan tersebut. Teheran menyatakan bahwa jika konflik semakin meluas, maka tidak akan ada lagi pangkalan militer Amerika Serikat yang beroperasi di Timur Tengah.
Pernyataan ini memicu kekhawatiran di tingkat internasional mengenai kemungkinan eskalasi konflik yang lebih besar, mengingat hubungan antara Iran dan sekutunya dengan Amerika Serikat serta negara-negara sekutunya di kawasan masih berada dalam situasi yang tegang.
Para pengamat menilai situasi geopolitik di Timur Tengah saat ini menjadi perhatian serius komunitas internasional, karena setiap peningkatan ketegangan berpotensi memicu konflik yang lebih luas dan berkepanjangan.
Hingga kini, berbagai negara dan organisasi internasional terus menyerukan penahanan diri dan dialog diplomatik guna mencegah terjadinya konflik terbuka yang dapat mengancam stabilitas global.// Hj Hagia Sofia
Wartawan : Alutsista Pertahanan dan perang
Editor : Ais le
